Yap... udah ga sabar kan mau tau tentang alat militer kita ditahun ini???? Sekarang, saya mau ngasih tau nihh, tentang update terbaru tentang alat kemiliteraan kita atau bisa disebut ALUTSISTA.
Sebelum pemerintahan Joko Widodo berlangsung, banyak sekali update-update alutsista terbaru dimasa pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY), dari pesawat angkut, pesawat tempur, tank small, medium, dan large. Dan beberapa dari update terbaru sih kebanyakan pemerintahan SBY beli alutsista dari dunia barat yahh, mulai dari F-16 (bekas), Tank Leopard, Helikopter Apache, DLL. Tapi saat ini pemerintah Joko Widodo - Jusuf Kalla ga mau kalah juga nih untuk update alutsista baru di era pemerintahannyaaa, hehe. Hmm, mungkin Pak Jokowi ingin menjadikan negara kita menjadi negara yang tak ingin "tertinggal" lagi alutsistanya dibanding negara Asean lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Dll. Sebagian Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) kita digunakan untuk membeli alat kemiliteran. Ya wajar aja sih ya gannn, negara kita luas bangkurr, dipisahin sama yang namanya aer asin :p , sampe sampe kita kalo mau berlibur ke seluruh Indonesia aje ga bisa kalo cuma sehari, jangankan sehari, setahun pun belum tentu bisa semuanya kita plototin.
Negara yang kuat bagi masyarakat kita adalah, negara yang mampu mempunyai alutsista hebat. Dan Presiden kita sudah memikirkan tentang hal ini....
Berikut info updatenya alutsista kita tahun (2014-2015):
1. Typhoon Eurofighter T1 (Britania Raya)
Pemerintah kita rupanya sudah pesan pesawat tempur Typhoon Eurofighter pada tahun ini untuk menggantikan pesawat F-5 Tiger TNI AU yang usang banget, dengan nilai kontrak 1,5 Milyar USD, dan akan datang secara bertahap. Dengan pembelian Typhoon Eurofighter ini, PT DI mendapatkan pengembangan: airframe, avionics (include mode mission radar yang akan dikembangkan PT LEN. Saat ini PT LEN sudah mengembangkan medium range radar 2D dan juga ada co-produksi radar 3D). Typhoon memiliki daya dorong dibanding Dassault Rafale. Mesin EJ200 Typhoon mampu mempertahankan dayanya dalam kecepatan tinggi, sehingga memberikan akselerasi superior pasca 1,5 Mach dibandingkan Rafale. Meskipun Mesin M88 Rafale dapat berfungsi baik dalam aliran udara terbatas pada high altitude, pesawat akan kehilangan tenaga yang membatasi Rafale pada kecepatan 1,8-1,9 Mach aja, sedangkan Typhoon tetap bertenaga melewati kecepatan 2 Mach.
Keunggulan mesin EJ200 menjadi modal besar bagi negara kita yang jaraknya berjauh-jauhan. Pesawat temput Typhoon yang mulai datang tahun 2015 , akan mendampingi SU-27/30 sebagai alat pemukul TNI AU.
2. Sukhoi SU-35 Flanker E (Rusia)
Bagi sebagian masyarakat kita lebih menginginkan pesawat tempur ini dibanding dengan pesawat tempur buatan negara lain. Kita pun sudah denger nihhh dari media tentang pembelian pesawat tempur ini, dannnn akhirnya Panglima TNI Jendral Moeldoko membenarkan tentang pembelian SU-35 ini !! Yeaaaaaahh...!!
Kita patut bangga dengan pembelian SU-35 ini lhoo! SU-35 merupakan salah satu pesawat tempur yang paling ditakuti saat ini. SU-35 merupakan hasil evolusi akhir dari SU-27 Flanker. F-22 Raptor pesawat siluman United States disebut-sebut sebagai satu satunya pesawat pesaing SU-35. Sebagai pesawat tempur superioritas udara, keuntungan utama adalah kombinasi kemampuan ketinggian dan kecepatan yang tinggi memungkinkan pesawat tempur memiliki kekuatan maksimum untuk menyerang, terutama dengan menggunakan rudal udara ke udara dengan jarak yang jauh. SU-35 mampu meluncurkan senjata pada kecepatan supersonik sekitar 1,5 Mach pada ketinggian lebih dari 45.000 kaki. Data ini mengalahkan F-35 yang akan banyak beroperasi dikisaran 30.000 kaki pada kecepatan sekita 0.9 Mach. Keren kan gann?? hehe :p
Kita patut bangga dengan pembelian SU-35 ini lhoo! SU-35 merupakan salah satu pesawat tempur yang paling ditakuti saat ini. SU-35 merupakan hasil evolusi akhir dari SU-27 Flanker. F-22 Raptor pesawat siluman United States disebut-sebut sebagai satu satunya pesawat pesaing SU-35. Sebagai pesawat tempur superioritas udara, keuntungan utama adalah kombinasi kemampuan ketinggian dan kecepatan yang tinggi memungkinkan pesawat tempur memiliki kekuatan maksimum untuk menyerang, terutama dengan menggunakan rudal udara ke udara dengan jarak yang jauh. SU-35 mampu meluncurkan senjata pada kecepatan supersonik sekitar 1,5 Mach pada ketinggian lebih dari 45.000 kaki. Data ini mengalahkan F-35 yang akan banyak beroperasi dikisaran 30.000 kaki pada kecepatan sekita 0.9 Mach. Keren kan gann?? hehe :p
3. CN-295 (Spanyol - Indonesia)
Nahh, kalo pesawat yang satu ini banyak masyarakat kita mengira 100% produksi dari PT DI, ternyata bukan sepenuhnya produksi dari PT DI lhooo... hehe.
Sebenernya ini besutan dari 2 perusahaan dirgantara, yaitu PT DI dan Airbus Military
Sebenernya ini besutan dari 2 perusahaan dirgantara, yaitu PT DI dan Airbus Military
TNI AU memperbarui armadanya dari Fokker 27 menjadi CN-295. Untuk kelebihannya nih gann, CN-295 ini pesawat angkut sedang taktis yang dinilai cocok dengan tugas TNI kita gann, seperti melakukan angkutan personel, logistik, penerjunan pasukan, evakuasi medis udara, patroli udara terbatas serta penugasan militer lainnya gann..
Untuk mesinnya nih gannn, nih pesawat gendut menggunakan 2 mesin Turboprop Pratt and Whitney buatan Kanada gann, sampe-sampe bisa melakukan pendaratan yang landasannya empriittt, wkwk, alias sempit gannn, yang ukurannya 670m/2.200 ft dengan berat tertentu hehe. Sebagai pesawat angkut, CN-295 juga mampu membawa beban yang beratnya sampe 9 ton kargo atau kurang lebih 71 personel. Nih pesawat juga memiliki kecepatan jelajah maksimum mencapai 260 knot atau 480km/jam gannnn. Ga cuma itu juga sih, burung besi ini mampu terbang dan dikendalikan dengan aman dan baik pada kecepatan rendah sampai 110 knot atau 203km/jam gannn, keren kannn?? hehe
Untuk mesinnya nih gannn, nih pesawat gendut menggunakan 2 mesin Turboprop Pratt and Whitney buatan Kanada gann, sampe-sampe bisa melakukan pendaratan yang landasannya empriittt, wkwk, alias sempit gannn, yang ukurannya 670m/2.200 ft dengan berat tertentu hehe. Sebagai pesawat angkut, CN-295 juga mampu membawa beban yang beratnya sampe 9 ton kargo atau kurang lebih 71 personel. Nih pesawat juga memiliki kecepatan jelajah maksimum mencapai 260 knot atau 480km/jam gannnn. Ga cuma itu juga sih, burung besi ini mampu terbang dan dikendalikan dengan aman dan baik pada kecepatan rendah sampai 110 knot atau 203km/jam gannn, keren kannn?? hehe
Ada lagi nih gan yang bikin saya emosi atau kesal sama kecewa gann, pesawat tempur kita gugur sebelum perang, disaat pengawalan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Jakarta-Bandung gan. Cuma nih kejadiannya di Jakarta gan, tepatnya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Sebenernya nih pesawat F-16 Fighter beli bekas dari US gan, ga tau kenapa ya, kok Pemerintahan SBY membeli barang bekas yang udah bener-bener usang gan... TNI mau memperbarui dengan barang baru bukan memperburuk alutsista kita gan. Ada rasa malu juga sih gann, tapi tak apalahh, itung itung dapat pembelajaran dari semua kejadian itu.
Note dari saya gan:
Note dari saya gan:
JANGAN BELI ALUTSISTA BEKAS LAGI !!!
Sekian dari saya ya gan, semoga bermanfaat info dari saya. Thank Youuuuuuuuuuuuuu.... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar